Peduli Keterbatasan 1000GuruJogja

Assalamu'alaikum
Hi!

Menjadi seorang volunteer dalam kegiatan sosial kemasyarakatan memang salah satu target yang harus saya lakukan tahun kemaren. Awalnya, karena ketagihan melakukan pengabdian masyarakat seperti yang sudah saya lakukan di KKN, nggak bisa dipungkiri kalau saya memang rada susah move on dari kegiatan KKN yang pernah saya ikuti. Alhamdulillah, kemaren 1000 Guru Jogja membuka pendaftaran volunteers untuk kegiatannya yang bertema Peduli Keterbatasan dimana kita nanti akan mengunjungi SLB, yaitu ada 4, Sleman, Kulonprogo, Bantul, dan Gunung Kidul selain mengajar, kegiatan lainnya adalah traveling yang dilakukan di Gardu Action Parangtritis. 
Nah, kebetulan banget ketika pendaftaran 1000 Guru Jogja dibuka, pendaftaran Menyapa Negeriku juga lagi dibuka, siapa yang nggak ingin mengikuti kegiatan yang diadakan pemerintah ini coba? Keplosok Negeri melihat keadaan anak-anak disana, tapi lah memang belum rejeki, saya sudah prepare formulir seapik mungkin, bahkan boleh dibilang baru kali ini saya mengisi formulir pendaftaran dengan rentan waktu 4 hari, isi formulir-cek-benerin-isi formulir lagi, gitu terus kegiatannya, tapi eh ternyata....pendaftran ditutup lebih cepat dari tanggal yang seharusnya, karena pendaftar yang membludak. Sakit banget ngerti kabar itu, emang nggak tau hasilnya diterima apa nggak, tapi setidaknya kan berjuang dulu, kalau ini sih kayak belum mulai apa-apa udah nyerah ;(
Dengan adanya ketidak sigapan saya tersebut, akhirnya saya langsung berburu mendaftar kegiatan yang ditawarkan oleh 1000GuruJogja, biar nggak nyesel lagi. Alhamdulillah, ketrima! Yey! 

Bisa dibilang kegiatan yang kali ini saya ikuti lumayan menantang juga, secara basic saya bukan dari pendidikan, walaupun toh keluarga saya banyak yang pengajar, tapi ilmu yang saya dalami adalah tentang hukum. Saya hanya bermodal cerita kegiatan mengajar saya di KKN, dimana salah dua murid saya ada yang seharusnya tidak sekolah di sekolah umum. Pertama, namanya Hendra atau Henny yang sekarang sedang menduduki kelas 3 dia tidak bisa melihat dengan normal, tidak bisa mendengar dengan normal, tidak bisa bicara. Dan, ketika saya mengajar dikelasnya, materi yang saya sampaikan adalah pengenalan huruf hijaiyah, well just imagine how hard i told him, saya hampir give up, hampir saya cuekin, tapi kemudian dia mencolek saya dan menunjukkan hasil tulis hijaiyyahnya ke saya dengan senyum penuh semangat. Saya malu, setelahnya saya fokus mengajarinya, dengan berbagai cara, harapan saya bukan untuk dia mengerti dan paham, atau jago dalam menulis huruf hijaiyyah, tapi untuk mengetahui. Alhamdulillah, dia menyelesaikan tulisan huruf hijaiyyah secara keseluruhan tanpa mengeluh, setiap selesai menulis saya appreciate dengan jempol dan senyuman, seketika saya  terharu, karena gurunya dan keluarganya sendiri sudah menyerah menghadapinya untuk memberikan pendidikan, well karena memang tidak seharusnya dia sekolah di sekolah umum, dia harus mendapatkan pendidikan luar biasa, dimana kurikulum yang ada hanya untuk dia. Dari sini saya akhirnya peduli dengan orang yang berkebutuhan khusus, saya berusaha untuk tidak melihat mereka sebelah mata lagi, toh mereka juga makhluk Allah, makhluk Allah yang tidak mempunyai pilihan saat lahir akan menjadi seperti apa atau bagaimana, sama kan seperti kita?

Saya terpilih untuk mengunjungi SLB Muh Dekso yang ada di Kulonprogo. Alhamdulillah, tambah kenalan dengan volunteers yang lain hebat-hebat, dan peduli banget sama pendidikan. Saya se-geng (Whats? Wkwkwk, maksudnya sering ngumpulnya) dengan Sizuka anak Undip yang memang sudah mengikuti kegiatan 1000 Guru dibeberapa kota, padahal 1000 Guru Semarang dia belum pernah ikuti, wkwk, Ayu dan Pita yang memang sudah terbiasa mengikuti kegiatan volunteers, mereka biasa mengikuti kegiatan dari Yayasan Senyum Kita dimana memang concernnya pada pendidikan luar biasa, dan beberapa Tim Inti 1000 Guru Jogja yang bukan main keren banget pengalamannya di bidang pendidikan.
Pertama kali masuk SLB Muh Dekso, langsung disambut oleh guru-guru dan juga kami di suguhi pertunjukan gamelan yang dimainkan oleh alumni SLB Muh Dekso. Anak-anak terlihat sangat penasaran dengan kita, selesai kegiatan sambut-menyambut kita lanjutkan dengan kegiatan yang disediakan dari 1000 Guru Jogja, setiap volunteer diwajibkan mengurus 2 anak, tapi pada akhirnya saya di-intil oleh 4 anak, hahaha. Kegiatannya seperti biasa, bermain, menggambar, mewarnai, dan game. They are extremely happy dengan kegiatan yang kita berikan, semangat, dan jangan kira, ternyata mengatur mereka lebih mudah dari pada mengatur anak yang tidak berkebutuhan khusus. Kita bercerita, bercanda, normal-normal saja, nggak ada bedanya dengan anak lain. 
Alhamdulillah, bisa mengikuti kegiatan sosial seperti ini, don't know why saya merasa Allah tahun kemarin mengajakku untuk lebih bersyukur mempunyai kehidupan yang sekarang ini dengan mengajakku mengikuti berbagai kegiatan yang benar-benar berbeda dengan kehidupan sekitarku, dan entah kenapa saya sendiri malah nagih, nagih terus main ke plosok, nagih ngumpul sama anak-anak, entah itu anak berkebutuhan khusus ataupun tidak. 

Terimakasih sekali atas pengalamannya 1000 Guru Jogja!!
Next time, bakalan ikut lagi, nagih banget kegiatannya :D
Sukses terus 1000 Guru Jogja 

Wassalamu'alaikum

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah selagi ada lahan untuk menampung :)